Explore Category

Hukum & Kriminal


11 SMP di Merangin Terima Dana Lebih Rp.2 Miliar Tahun 2018, Diduga Disunat Diknas Lebih Rp.300 Juta

Rabu, 13 Maret 2019 | 01:47:48
| Dibaca: 1708 kali
Penulis: tim Editor: ...

ilustrasi
ilustrasi / ist

MERANGIN-Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Merangin pada tahun 2018 mendapat dana rehabilitasi dari Anggaran Pendapat Belanja Nasional (APBN) lebih dari Rp. 2 Miliar.

Namun sayangnya dana Miliaran Rupiah itu diduga kuat tidak di terima penuh oleh pihak sekolah. Sebab mencuat kabar bahwa dana yang di dikucurkan bertahap pada awal bulan April 2019 hingga bulan November 2018 itu disunat oleh Disdikbud Kabupaten Merangin.

Informasi yang didapat, menyebutkan pada pertengahan Mei 2018 pihak Disdikbud Kabupaten Merangin melalui Kepala Bidang Sekolah Menengah Pertama (Kabid SMP) menghubungi pihak sekolah penerima dana untuk dimintai setoran.

“Iya, sekitar triwulan ke 3, Kepala Sekolah kami ditelpon oleh pihak Kabid (SMP), katanya minta administrasi segera diselesaikan dulu,” Kata salah seorang Bendahara di salah satu SMP di Kabupaten Merangin.

Bendahara yang berjenis kelamin perempuan ini mengatakan bahwa dia mengetahui hal itu setelah diberi tahu oleh Kepala Sekolah. Ia segera mencairkan uang sebesar 15 persen dari Rp.218 juta yang diterima sekolahnya untuk rehab bangunan di Sekolahnya.

Tidak lama berselang, datanglah salah seorang yang mengaku utusan dari Kabid SMP, Ceceb Arken, berinisial Yn. Uang tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Sekolah kepada utusan Kabid SMP tersebut.

“Sesuai dengan permintaan, uang  itu aku kasih sama kepala sekolah, katanya ada orang yang datang untuk jemput, jumlahnya 15 persen dari dana rehab di  sekolah kami,” jelas bendahara di salah satu SMP di Merangin.

Wanita berhijab ini menyebutkan bahwa uang yang diserahkan oleh Kepala Sekolahnya lebih dari Rp.30 Juta, uang itu diserahkan lebih kurang satu minggu sebelum pelantikan Al Haris-Mashuri, yang terpilih sebagi Bupati dan Wakil Bupati Merangin.

“Kurang ingat aku tanggal berapa, tapi kalau tidak salah seminggu sebelum pelantikan pak Haris dan pak Mashuri dilantik  sebegai Bupati, kira kira tanggal  belasan lah pada bulan September 2018,” Jelasnya lagi.

Diterangkannya, bahwa rehab ruang kelas baru di sekolahnya yang terletak di dekat Kota Bangko tetap berjalan meski ada pemotongan dana sebesar 15 persen dari Kabid SMP Disdikbud Merangin.

“Sudah, tidak ada masalah, saat ini sudah ditempati bangunan yang direhab itu,” jelasnya.

Sementara dari informasi yang didapat, bahwa pemotongan dana sebesar 15 persen berlaku untuk  11 SMP yang melakukan rehab ringan dan berat di Merangin pada tahun 2018.

Informasi yang didapat pemotongan dana tersebut di perintahkan langsung oleh Kabid SMP Disdikbud, Ceceb Arken, dan Kasi Sarana dan Prasana (Sarpras) Carla, lewat tangan kanannya di staf Bidang SMP berinisial Yn.

Namun sayangnya informasi ini belum dapat klarifikasi dari pihak yang bersangkutan, karena saat dihubungi nomor handphon yang bersangkutan bernada aktif namun tidak diangkat.

Sampai berita ini diturunkan, media ini masih menunggu klarifikasi dari pihak-pihak bersangkuatan.(*)

Penulis: tim
Editor: ...