Explore Category

Hukum & Kriminal


Saat Diperiksa, Romusdar Persilakan Penyidik Polda Turun, Heru Langsung Lapor ke Mabes Polri?

Jumat, 28 Desember 2018 | 16:17:16
| Dibaca: 1428 kali
Penulis: Nazarman Editor: ..

Rumusdar
Rumusdar / ist

Nazarman,

MERANGIN-Kasus dugaan kesalahan dalam pengadaan bibit bawang merah untuk 10 kelompok tani di Kabupaten Merangin saat ini tengah didalami oleh penyidik Polda Jambi.

Kabarnya tim penyidik dari Polda Jambi sudah turun kelapangan menemui kelompok tani penerima bantuan. Selain itu penyidik juga sudah memintai keterangan Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) Romusdar.

Selain Romusdar turut dimintai keterangan Kabid Hortikultura, Daro Samin, dan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Heru, serta dua orang rekanan yakni direktur CV Mustika Ratu, Romi dan Pendi.

Terkait adanya panggilan dari penyidik Polda Jambi tidak dibantah oleh Romusdar. Ia mengatakan sudah pernah dipanggil tim penyidik untuk di mintai keterangan.

“Iya ada (dipanggil penyidik Polda Jambi), Klarifikasi pengadaan bawang dan cabe tahun 2017, kalau bisa jangan di beritakan, karena bisa memperkeruh suasana," kata Romusdar.

Sementara itu, Pendi, selaku rekanan pelaksana peroyek senilai Rp.800 Juta itu mengatakan pada mulanya pengadaan bibit bawang merah tersebut tidak bermasalah. Hanya saja pihak penyidik Polda Jambi di buat tersinggung oleh pernyataan Romusdar dan Heru saat menyampaikan keterangannya di Polda Jambi.

Pendi mengatakan, Romusdar saat di periksa mengaku tidak bersalah dan mempersilakan penyidik dari Polda Jambi untuk turun langsung kelapangan.

"Dihadapan penyidik Romusdar berkata Saya tidak dapat apa apa dari proyek ini, jangankan uang sebotol aqua saja saya gak dapat,” ujar Pendi menirukan bahasa Romusdar.

Selain Romusdar, kata Pendi, penyidik Polda Jambi juga merasa tersinggung oleh ulah Heru selaku PPTK dari proyek tersebut.

Setelah di periksa penyidik Polda Jambi, lanjut Pendi, Heru langsung menghubungi keluarganya di Mabes Polri berpangkat AKBP untuk menekan penyidik Polda Jambi.

“Ditambah lagi Heru selaku PPTK juga membuat penyidik tersinggung,  dia (Heru-Red) lansung meminta bantuan ke Mabes ada pamilinya yang berpangkat AKBP di sana untuk menekan penyidik di Polda Jambi ya jelaslah pihak Polda tersinggung,” Beber Pendi.

Padahal lanjut Pendi, pengadaan bibit bawang tersebut telah dia usahakan semaksimal mungkin. Mulanya bibit bawang merah sebanyak 32 ton yang dia beli di wilayah Sumatera Barat tidak diterima karena tidak memenuhi spek.

“Pertama kami beli bibit 32 ton dari Padang (Sumbar) sudah kami salurkan kepada kelompok tani, tapi tidak sesuai spek akhirnya kami ganti lagi sebanyak 32 ton kami beli di Kerinci,” jelas Pendi.

Pendi mengakui bibit bawang 32 ton yang dia datangkan dari Kerinci agak terlambat penyalurannya.

“Karena bibit yang dari padang harus diganti, terpaksa kami cari lagi untuk gantinya, makanya agak terlambat mulai disalurkan ke kelompok tani sekitar tanggal 28 Desember 2017 sampai lah bulan Januari 2018, bahkan saat kami bagikan yang ke dua ini bibit lama ada yang sudah di panen petani,” Pungkasnya.(*)

Penulis: Nazarman
Editor: ..



  • Merangin Kirim 16 Delegasi Ikuti HPN di Surabaya

    BANGKO-Sebanyak 16 orang delegasi dari Kabupaten Merangin, rampung mengikuti serangkaian jalannya peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2019 di Surabaya, Jawa Timur. 16 orang delegasi Merangin itu, sembilan orang wartawan.

  • Pengadilan Tolak Gugatan Standar Kompetensi Wartawan

    SARKOPOS.COM-Pengadilan negri Jakarta selatan menolak gugatan perdata yang diajukan SPRI dan PPWI terhadap Dewan Pers Republik Indonesia, Rabu (13/2/2019). Kedua lembaga yang mengatasnamakan wartawan tersebut, meng.