Explore Category

Hukum & Kriminal


Pasca Diumumkan, Dugaan Kecurangan Seleksi Bahan CPNS di Merangin Mencuat

Rabu, 24 Oktober 2018 | 22:58:52
| Dibaca: 1978 kali
Penulis: Abdul Jabar Editor: ..

IS
IS / ist

MERANGIN-Sebanyak 4.372 orang dari lebih kurang 6000 orang calon pelamar CPNS di Kabupaten Merangin dinyatakan lulus tahap seleksi bahan.

Pengumuman tidak hanya di dikeluarkan oleh MenPAN-RB lewat situs www. SSCN.go Id, tapi juga diumumkan langsung oleh Kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kebupaten Merangin, Selasa (23/10/2018).

Namun demikian, pasca pengumuman mencuat kabar bahwa pihak BKPSDM Merangin tidak profesional dalam menyeleksi bahan calon pelamar. Pasalnya ditemukan dugaan kecurangan, atau orang yang tidak memenuhi syarat bahan tapi tetap dinyatakan lulus.

Hal ini terungkap lewat penuturan salah seorang calon pelamar yang tidak lulus tahap seleksi bahan, Tejo (30). Dia mengatakan bahwa BKPSDM dibawah pimpinan Nasution, tidak professional dalam menyeleksi bahan calon pelamar.

Dikatakannya, ada salah seorang temannya melamar pada formasi DIII Perawat. Temannya itu tidak memiliki Surat Tanda Regestrasi (STR) tapi pada saat pengumunan yang bersangkutan dinyatakan lulus.

“STR itu wajib bagi tenaga kesehatan, karena itu syarat dari BKN (Badan Kepegawaian Negara) untuk tenaga kesehatan. Dia teman saya itu tidak punya STR tapi kok bisa lulus,” Kata pria berperawakan tinggi ini.

Tejo melanjutkan, dia tahu persis soal temannya itu. Karena dia bekerja atau honor di satu Puskesmas yang sama.

BACA: Bakal Ada Tambahan, Nasution Akui Ada Kesalahan Verifikasi Berkas CPNS

Dikatakannya, temannya itu tidak pernah sama sekali mengikuti ujian kopetensi untuk mendapatkan STR. Tapi anehnya begitu pengumuman seleksi bahan yang bersangkutan dinyatakan lulus.

“Aku tahu persis yang bersangkutan tidak punya STR, jangankan punya STR ikut ujian kopetensi untuk mendapatkan STR saja dia belum, tapi kenapa bisa lulus juga. Jangan jangan ini ada permainan,” terangnya.

Sementara terkait dirinya sendiri, Tejo mengatakan bahwa dia menerima tidak lulus karena akreditasi kampusnya bukan tahun dia tamat.

“Saya dak masalah bang kalau tidak lulus, karena tahun akreditasi kampus saya tidak sama dengan tahun lulus saya. Yang mau saya tanyakan disini adalah azas keadilan, bagaimana dengan orang yang tidak punya STR tapi kok bisa lulus. Padahal STR itu syarat khusus bagi tenaga kesehatan,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala BKPSDM Merangin, Nasution, belum memberikan penjelasan terkait hal ini. Selain tidak berada di kantornya, Nasution yang juga mantan Sekwan DPRD Merangin ini lagi sibuk.

“Maaf saya lagi ada rapat dengan Bupati ni,” jawab Nasution singkat saat dihubungi melalui via telephone seluler.(*)

Penulis: Abdul Jabar
Editor: ..