Explore Category

Hukum & Kriminal


Setelah Sungai Manau dan Tabir, Kini Muara Siau Jadi Sasaran Empuk Pelaku PETI

Rabu, 10 Oktober 2018 | 00:57:36
| Dibaca: 1585 kali
Penulis: Rhomadan Editor: Nazarman

/ ist

Rhomadan,

MERANGIN-Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten Merangin sepertinya masih terus merajalela. Dalam tujuh tahun terakhir Kecamatan Sungai Manau, Renah Pembarap dan Pangkalan Jambu serta kawasan Tabir Barat menjadi pusat aktivitas penambang emas illegal. Namun kini pelaku peti menjalankan kegiatannya di kecamatan Muara Siau.

Informasi yang didapat dari warga Kecamatan Muara Siau, ada puluhan alat berat jenis excavator yang saat ini tengah menjalankan penambangan tanpa izin tersebut.

“Sudah lama, sekitar setahunan lah. Tapi alat (excavator) tambah banyak sejak enam bulan belakangan ini,” kata IW, warga Kecamatan Muara Siau.

IW mengatakan di Kecamatan Muara Siau, alat berat yang fokus beropsasi di sekitar Sungai Lando Kecil dan Sungai Lando Besar yang teletak di Desa Muara Siau. Excavator yang beropesi di kasawan ini di perkirakan mencapai 18 unit.

Tidak hanya itu, di Desa Rantau Panjang juga ada sekitar enam unit excavator melakukan penambangan.

“Pemainnya (pelaku PETI) Aku tidak bisa nyebutkan namanya, tapi semuanya rata rata orang dusun (lokal) yang punya modal. Ada yang punya alat satu, ada juga yang dua,” kata IW.

Terkait dengan tindakan aparat Kepolsian selama ini, IW enggan berkomentar banyak. Dia mengatakan tidak banyak tahu terkait penindakan dari aparat Kepolsian.

“Kalau soal itu aku dak tau, coba Abang tanya langsung sama yang bersangkutan. Tapi Aku pastikan kini masih banyak alat yang nambang di dekat lokasi itu, di Sungai Lando atau di Rantau Pajang, yang aku bilang tadi,” terang IW.(*)

 

Penulis: Rhomadan
Editor: Nazarman