Massa HMI Desak Kadis KUKMPP Mundur, Junaidi: Itu Kembali Ke Bupati

Kamis, 30 Agustus 2018 | 20:14:19
| Dibaca: 467 kali
Penulis: Rhomadan Editor: Abdul Jabar

Puluhan Mahasiswa saat menggelar orasi di Kantor DKUKMPP Merangin, Kamis (30/8/2018)
Puluhan Mahasiswa saat menggelar orasi di Kantor DKUKMPP Merangin, Kamis (30/8/2018) / Rhomadan

 

Rhomadan,

MERANGIN-Puluhan anggota Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bangko, menuntut kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan dan Perindustrian (DKUMPP) Kabupaten Merangin untuk mundur dari jabatannya.

Desakan itu disampaikan mahasiswa saat menggelar orasi atas terjadinya kelangkaan gas LPG (liquified petroleum gas) di Kabupaten Merangin dalam satu bulan belakangan ini.

“Kami meminta Kadis KUMPP legowo untuk mundur dari jabatannya, karena tidak becus mengurusi masalah LPG 3 Kg subsidi,” Kata Wahyu Eka Putra, koordinator aksi, Kamis (30/8/2018).

"DKUKMPP Merangin dipukul dulu baru bekerja," teriaknya saat berada di halaman kantor DKUKMPP Merangin.

Hal itu bukan tanpa alas an, kata Wahyu, sebab pada tanggal 27 Agustus 2018, HMI Cabang Bangko mengirimkan surat pemberitahuan aksi ke Polres Merangin. Pihak dinas KUKMPP yang mengetahui hal itu, segera melakukan operasi pasar.

Disamping itu, puluhan mahasiswa juga menyorot buruknya sistim penyaluran gas LPG 3 Kg di Kabupaten Merangin. Menurut mereka bahwa banyak gas LPG 3 Kg yang salah sasaran.

"Semestinya LPG ini diperuntukkan untuk rakyat miskin, malah seorang pejabat tertangkap kamera juga memperoleh gas bersubsidi," ujar Wahyu.

Sementara itu, Kadis DKUKMPP Merangin, Junaidi, mengaku sudah berupaya untuk mencegah terjadinya kelangkaan gas LPG di tengah masyarakat. Salah satunya mengirimkan surat  teguran kepada pangkalan dan agen gas LPG 3 Kg yang nakal.

Tidak hanya itu, kata Junaidi, Pemerintah Kabupaten Merangin juga sudah mengirimkan surat edaran kepada setiap rumah makan agar tidak menggunakan gas LPG 3 Kg.

"Kita sudah menjalankan tugas sesuai dengan kewenangan. Sudah banyak hal dilakukan DKUKMPP, seperti seperti menyurati oknum pangkalan dan agen yang nakal,” Katanya.

Terkait dengan adanya desakan dari mahasiswa agar dia mundur dari jabatannya, Junaidi mengatakan bahwa dia siap untuk meninggalkan jabatan tersebut apa bila itu sudah menjadi keputusan Bupati.

“Itu (mundur dari jabatan) kembali Kebupati, tapi yang jelas selama ini kita sudah berusaha dan berpuaya agar semua permasalahan gas LPG 3 Kg ini terselesaikan,” jelasnya.(*)

Penulis: Rhomadan
Editor: Abdul Jabar