Terkait PDU yang Akan Digunakan, Sibawaihi: Ini Tuntutan Dari Aturan yang Berlaku

Kamis, 16 Agustus 2018 | 13:58:38
| Dibaca: 695 kali
Penulis: Nazarman Editor: Abdul Jabar

Sibawaihi
Sibawaihi / ist

Nazarman,

MERANGIN-Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Merangin, Sibawaihi, yang juga ditunjuk oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sebagai Pelaksana Harian (PLH) Bupati Merangin, mengatakn dirinya tidak ngotot untuk memakai pasiltasi Bupati Merangin.

Hal ini disampaikannya pada sarkopos.com terkait adanya informasi yang berkembang bahwa Sibawaihi ingin memakai mobil dinas Bupati Merangin dengan nomor pelat BH 1 FZ dan Pakaian Dinas Umum (PDU) Bupati Merangin.

“Berdasarkan surat Kemendagri nomor T.131.13/63-1/Otda tanggal 3 Agustus 2018, saya sebagai Sekda Merangin diperintahkan untuk melaksankan tugas harian Bupati Merangin. Karena tanggal 6 Agustus 2018 jabatan pak Bupati dan Wakil Bupati Kita, pak Al Haris dan pak Khafid Moein berakhir,” kata Sibawaihi.

Dalam melaksakan tugas harian Bupati, Kata Bawai, dia tidak boleh melakukan tiga hal yang berkaitan dengan kebijakan yang sipatnya prinsip, petama adalah terkait dengan mutasi, promosi dan merotosi pegawai.

Kedua kebijakan keuangan, dirinya sebagai PLH tidak boleh menandatangani MoU keuangan, merubah DPA dan perubahan APBD.

“Yang ketiga yang bersipat politis, itu juga tidak beleh dilakukan oleh seorang Pelaksana Harian Bupati,” jelasnya.

Terkait dengan upacara HUT RI ke 73, Sibawihi menjelaskan bahwa dirinya hanya menggunakan pelat BH 1 FZ di mobil dinasnya.

“Kata pak Kapolres tidak mungkin pulo BH 6 FZ (pelat mobil Sekda) di depan, pelat yang lain di belakang, maka pelatnya saja yang sayo gunakan pada saat upacara,” jelasnya.

“Masalah PDU sayo jugo dak punya, tapi mau tidak mau harus disiapkan. Cuma bajunya saja tidak pakai caping atau wing. karena itu (caping dan Wing) yang politis kan. Tapi yang namamay pakaian itu diperbolehkan. Ini bukan karena ngototnya Sibawaihi selaku PLH Bupati tidak, tapi ini adalah tuntutan dari aturan yang berlaku,” terangnya.(*)

Penulis: Nazarman
Editor: Abdul Jabar