Explore Category

Sarolangun


Diduga Penuh Kecurangan & Tidak Sesuai Aturan, 4 Calon Kades Pulau Pandan Tuntut Pemilihan Ulang

Minggu, 05 Agustus 2018 | 23:11:33
| Dibaca: 1011 kali
Penulis: Achmad Fuady Editor: Nazarman

/

Fuady

SAROLANGUN-Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak tahun ini di Desa Pulau Pandan Kecamatan Limun, Kabupaten Sarolangun dengan sistem E Voting telah terlaksana, Kamis (2/8/2018).

Dari lima Calon Kades (Cakades) yang bersaing, pemenangnya adalah nomor urut 4, Jon Jasmin,dwngan memperoleh 304 suara, disusul Pahril nomor urut 5 sebanyak 289 suara.

Selanjutnya M Radi nomor urut 2 dengan perolehan suara sebanyak 255 suara, dan M Arsal nomor urut 3 dengan perolehan suara 176 suara, serta Dedi Defriansyah nomor urut 1 dengan perolehan suara sebanyak 83 suara.

Namun nampaknya Jon Jasmin belum bisa bernafas lega, mengingat adanya temuan para Cakades lainnya bahwa pelaksanaan Pilkades tersebut terdapat indikasi kecurangan yang diduga dilakukan oleh Panitia pemilihan.

Disinyalir Panitia Pilkades tidak mengantongi SK (surat keputusan) sebagai panitia Pilkades dari BPD (Badan permusyawarahan desa) Desa Pulau Pandan.

"Panitia ini Ilegal, tidak sesuai aturan dan tidak ada SK dari BPD, kami juga menemukan indikasi kecurangan dan dugaan rekayasa yang dilakukan Panitia", tukas Arsal Cakades nomor urut 3, saat penghitungan surat undangan pemilih yang sah.

Indikasi kecurangan lain, lanjut Arsal, terlihat dari jumlah surat undangan yang tidak sama dengan jumlah pemilih yang terekam pada e voting. Jumlah yang memilih 1110 orang sedangkan Surat undangan pemilih hanya berjumlah 1065.

 "Pemilih yang melakukan voting 1110 sedangkan surat undangan hanya 1065, ini tidak sesuai dan kami menilai ini ada kecurangan", lanjut Arsal.

Menurut penelusuran media ini dapat dinilai adanya dugaan kecurangan yang dimaksudkan Arsal dan Cakades lainnya, ini terlihat dari penghitungan surat undangan yang sah pada Sabtu (4/8/2018) di sekretariat panitia pemilihan, tidak singkronnya antara hasil suara e voting dengan surat undangan pemilih yang sah.

Waktu penghitungan pertama surat undangan berjumlah 1065 dan sore harinya dihitung ulang bisa bertambah menjadi 1094 dan adanya temuan print out kertas e voting berserakan di meja panitia yang menjurus pada makin banyaknya dugaan kecurangan yang dilakukan panitia.

Suara tidak sah pada laporan panitia sebanyak 3 suara namun ditemukan pada print out yang berserakan, suara yang tidak sah berjumlah 4 suara.

Lagi-lagi saat itu, Arsal berujar ketus meminta panitia bersikap jujur.

"Saya minta panitia bersikap jujur, jangan kita sampai terpancing untuk anarkis", sela Arsal calon nomor urut 3.

Menyikapi situasi ini, para Cakades meminta pemilihan ulang. "Kami meminta Pilkades ini diadakan pemilihan ulang", ujar Dedi Defriansyah, Cakades nomor urut 1 yang diaminkan Cakades lainnya.

Para Cakades yang menilai pelaksanaan Pilkades Desa Pulau pandan menyebutkan akan terus menuntut pemilihan ulang dan bila diperlukan akan membawa kasus kecuragan Pilkades Pulau Pandan ke ranah hukum.

"Kami akan terus menuntut pemilihan ulang, bila tidak kami akan bawa ke ranah hukum", pungkas Arsal dengan garang dan diikuti teriakan semangat oleh Cakades lainnya.(*)

Penulis: Achmad Fuady
Editor: Nazarman