Dugaan Salah Diagnosa, Eka Pasien RSD Kolonel Abundjani Keluhkan Layanan Dokter Spesialis

Kamis, 02 Agustus 2018 | 17:58:45
| Dibaca: 2294 kali
Penulis: Nazarman Editor: Sarkopos.com

 Eka admadijaya Pasien RSD Kolonel Abundjani
Eka admadijaya Pasien RSD Kolonel Abundjani /

Nazarman

MERANGIN- Eka admadijaya (49) warga Kampung Baru kecamatan Batang Masumai mengeluhkan buruknya pelayanan Rumah Sakit Daerah Kolonel AbundJani Bangko  yang tidak profisional dalam meniagnosa penyakit pasien seperti yang dia alami sendiri,dirinya di operasi di bagian perut karna di ponis menderita usus buntu ternyata setelah di operasi penyakit usus buntu tidak di temukan,

Kepada sarkopos.com Eka yang rencananya akan berangkat menunaikan ibadah haji ketanah suci pada tanggal 10 Agustus ini menceritakan awal mula dia dirawat di rumah sakit karna mengeluhkan sakit di seputaran perutnya,

“Awalnya saya mengeluhkan sakit di seputaran perut,lalu oleh keluarga di bawa ke rumah sakit ini lalu saya di periksa di bagian radiologi, kata dokter yang menangani, saya diponis menderita usus buntu dan usus pecah dan harus dioperasi,Ujar Eka yang di jumpai sarkopos di ruang utama penyakit dalam Rabu (1/8/2018),

Namun setelah di operasi ternyata usus buntu maupun usus pecah yang dikatakan Dokter tidak terbukti

“ Setelah di operasi tidak ada usus buntu maupun usus pecah menurut dokter yang ada hanya cairan di dalam perut saya yang harus dikeluarkan yang jadi pertanyaan bagi saya awalnya dokter bilang saya menderita usus buntu tepi setelah perut saya di bedah sampai dua tempat tapi tidak di temukan malah dokter bilang ada cairan yang harus dikeluarkan kalau hanya masalah cairan didalam perut saya seharusnya cukup satu tempat operasinya,kalau seperti ini saya kecewa sementara sebentar lagi saya mau menunaikan ibadah haji kalau sudah seperti ini bisa dipastikan saya gagal berangkat karna kecerobohan dokter,” Ujarnya,

Selain persoalan itu dalam pelayanan juga dikeluhkan oleh pria yang berpropesi sebagai seorang guru ini,menurutnya para perawat yang bertugas melayani pasien tersebut juga tidak becus dan susah di panggil kalau kita memanggilnya pada malam hari,

“Selama dirawat di sini perawatnya susah sekali di panggil pada malam hari semua pada tidur,seharusnya ada yang piket atau gentian berjaga malam jadi ketika dipanggil oleh pasien selalu ada di tempat kadang saya sering marah dan mengetok pintu kamar perawat kencang kencang ketiika kami membutuhkan bantuan,”Pungkasnya,

Sementara itu terkait keluhan pasien atas nama Eka admijaya tersebut Direktur Rumah sakit Kolonel Abundjani Bangko, Birman Saragih ketika di konfirmasi sarkopos diruang kerjanya Kamis (2/8) mengatakan,

“Menurut Dokter yang menanganinya awalnya bapak Eka ini dirawat di Sal Penyakit dalam karna menderita penyakit inpeksi dalam perut istilah medisnya enterokolitis lalu di coba dirawat namun terjadi pendarahan didalam dan itu memang harus di operasi karna kalau tidak di operasi bisa menyebabkan kematian,”Ujar Birman,

Lebih lanjut Birman menambahkan,ini mungkin hanya salah paham karna kalau yang namanya penyakit enterokolitis itu harus di operasi, kalau tidak dioperasi bisa menyebabkan kematian,kalau operasi usus buntu bukan di tengah bedahnya tapi di samping kalau sudah di tengah di bawah dada itu berarti bukan usus buntu,”Pungkasnya.(*)

Penulis: Nazarman