Explore Category

Hukum & Kriminal


Tiga Bulan Laporannya Mandek, Jaina Minta Polisi Usut Kades Koto Baru Jangkat Timur

Rabu, 25 Juli 2018 | 17:01:16
| Dibaca: 1146 kali
Penulis: Joni Editor: Nazarman

Jaina saat memperlihatkan bukti laporkannya
Jaina saat memperlihatkan bukti laporkannya / doc

Jon,

MERANGIN-Jaina (50) warga yang tinggal di Desa Koto Baru, Kecamatan Jangkat Timur, berharap agar pihak  Polres Merangin serius untuk menindak lanjuti laporannya terkait dengan dugaan pemerasan yang dilakukan oleh Kades Koto Baru, Gargani, pada dirinya pada bulan Januari 2018 lalu.

Jaina yang tidak bisa baca tulis ini pada sarkopos.com menceritakan bahwa dia dituduh oleh Gargani telah merobohkan bangunan PAUD di Desa Koto Baru. Bahkan Gargani meminta ganti rugi pada Jaina sebesar Rp.60 Juta, bila tidak maka dia akan dilaporkan ke Polisi.

Jaina yang ketakutan diancam dilaporkan ke Polisi lalu memenuhi permintaan Kades Gargani, bahkan uang tersebut dia bayar di Polsek Jangkat.

Namun karena merasa tidak bersalah, akhirnya Jaina melaporkan perbuatan Kades Koto Baru, Gargani itu pada Polres Merangin pada bulan tanggal 4 Mei 2018. Tapi sayangnya hingga sampai saat ini laporannya itu belum menunjukkan perkembangan.

"Saya sudah tidak mau lagi ada perdamaian dengan Kades (Gargani) itu, dari itu saya meminta agar pihak Kepolisian bisa memproses secepatnya kasus saya ini," kata Jaina, pada sarkopos.com, Rabu (25/7/2018).

BACA: Dimintai Uang Rp.60 Juta, Jaina Laporkan Kades Koto Baru ke Polres Merangin

Hal senada juga diucapkan oleh M Halik Alnemeri SH yang merupakan penasihat hukum dari Jaina. Ia meminta agar pihak Polres Merangin serius untuk menindak lanjuti laporan dari kliennya tersebut.

“Saya berharap agar Polres Merangin serius menindak lanjuti laporan (Jaina) ini, karena sampai saat ini, kasus ini belum menunjukkan perkembangan,” kata Halik Alnemeri atau yang akrab disapa Alex.

Alex meceritakan pada awal kliennya melapor, ada sejumlah saksi yang sudah di periksa oleh pihak penyidik Polres Merangin. Namun setelah itu kasus ini tidak menunjukan perkembangan lagi.

Sementara itu, Kapolres Merangin AKBP I Kade Utama Wijaya,SIK MH melalui Kanit Reskrimum Polres Merangin Ipda Alfon Sihombing mengatakan, lambatnya kasus ini disebabkan adanya niat dari Kades ingin mengembalian uang yang sudah dimintanya dengan korban.

"Lambatnya proses kasus ini karena adanya niat dari Kades tersebut ingin mengembalikan uang, ditambah lagi kemarin itu kita fokus untuk mengurusi Pilkada,” Kata Alfon.

“Untuk saat ini nomor Kades itu (Gargani) juga tidak tidak bisa dihubungi lagi, karena tidak aktif lagi. Tapi dalam waktu dekat akan kita panggil lagi,” terangnya.(*)

Penulis: Joni
Editor: Nazarman