Explore Category

Hukum & Kriminal


Tega,,Hanya Karena Anak Makan Dirumah Tetangga, Istri Babak Belur Dianiaya Suami

Jumat, 18 Mei 2018 | 17:00:45
| Dibaca: 1328 kali
Penulis: Syafrian joni Editor: Nazarman

ABA tersangka penganiaya istrinya saat diamankan jajaran polsek Pamenang
ABA tersangka penganiaya istrinya saat diamankan jajaran polsek Pamenang /

jhoni

MERANGIN-Seorang pria berinisial ABA (41) warga Rt 11 Desa Jelatang Kecamatan Pamenang sungguh terlalu hanya lantaran anak makan dirumah tetangga ABA tega menganiaya istrinya WS (30) hingga babak belur, 

Akibat penganiayaan tersebut , WS (30) mengalami luka dibeberapa bagian wajah seperti luka kelopak mata sebelah kiri,luka bagian mulut,luka dibagian leher sebelah kanan, luka bagian siku sebelah kiri,bengkak bagian kaki sebelah kiri dan bengkak bagian kepala.

Tidak terima dengan perlakuan suaminya  WS melaporkan kejadian penganiayaan tersebut kepihak kepolisian resor Pamenang, menerima laporan tersebut pihak kepolisian lansung bergerak dan menangkap tersengka di rumahnya di Dusun Talang Lindung Desa Muara Belego (17/5/2018) pukul 21:00WIB.

Kapolres Merangin AKBP I Kade Utama Wijaya,SIK MH melalui Paur Humas Polres Merangin Ipda EH Sitorus mengatakan,pelaku ditangkap setelah adanya laporan dari korban WS yang tidak lain adalah istri pelaku sendiri. 

"Pelaku kami tangkap dirumahnya sendiri,setelah adanya laporan dari korban WS yang tidak lain istri pelaku sendiri,"Terang Paur Humas Ipda EH Sitorus. 

Menurut keterangan korban dihadapan penyidik Polres Merangin,perbuatan itu dilakukan pelaku didalam rumahnya sendiri sabtu (12/5/2018) lalu,

Saat itu pelaku ABA mengatakan pada korban,kalau anaknya main kerumah tetangga jangan makan disana,karena dirinya malu saat dibilang tetangga. 

"Perbuatan penganiayaan ini dilakukan pelaku hanya karena anaknya main dan makan dirumah tetangga,"Jelas Sitorus. 

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatanya,kini pelaku ditahan di Polsek Pamenang,apabila terbukti bersalah pelaku akan dikenakan pasal 44 UU RI no 23 tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga dengan ancaman paling lama lima tahun penjara. (*)

Penulis: Syafrian joni
Editor: Nazarman