Explore Category

Hukum & Kriminal


Sedih... Sempat Diancam Ibu Kandung, ini Pengakuan Bunga Kepada Polsek Masurai

Kamis, 05 April 2018 | 20:55:43
| Dibaca: 2615 kali
Penulis: Joni Editor: Abdul Jabar

Ilustrasi
Ilustrasi / net

Joni,

MERANGIN-Malang nasib Bunga (13), orang yang seharunya menyayangi dan melindungi dirinya malah merusak masa depannya.

Kepada Polsek Lembah Masurai, Bunga, mengaku sudah delapan kali di cabuli ayah tirinya ML (21), Warga RT 01 Desa Pasar Masurai, Kecamatan Lembah Masurai.

Pertama kali, dia dicabuli dirumah lama orang tuanya yang tidak jauh dari rumah yang ditempati orang tuanya saat ini. Bahkan dirumah lama orang tuanya itu, ia sudah dua kali dicabuli oleh ayah tirinya.

Penderitaan Bunga tidak sampai disitu, saat pindah kerumah baru orang tuanya di RT 01, Pasar Masurai, dirinya kembali menjadi korban pencabulan. Bahkan dirumah barunya itu tiga kali dia dilecehkan oleh ayah tirinya.

Tidak hanya dirumah, Korban yang diajak orang tuanya pergi ke Pasar Baru Bangko, kembali dilecehkan oleh ayah tirinya. Bahkan tiga kali perbuatan yang sama dilakukan oleh ayah tirinya di dalam mobil.

“Korban sempat mengadu kepada ibu nya, tapi ibu nya malah marah marah bahkan dan mengatakan akan membunuh Bunga apa bila diberitahukan kepada orang lain, itu kejadian yang diingat korban, bisa jadi lebih dari delapan kali korban dicabuli, karena sudah berlangsung dalam kurun waktu satu tahun,” Kata Kapolsek Lembah Masurai, IPTU Suharto, pada sarkopos.com.

BACA: Tega Siswi Kelas IV SD Jadi Korban Pencabulan Ayah Tiri

Bunga yang tidak tahan dengan penderitaan, Ia kemudian melaporkan kejadian yang dialaminya kepada Kepala Dusun setempat. Kepala dusun kemudian menyampaikan kepada Kepala Desa dan bersama warga mendatangi Polsek Lembah Masurai untuk melaporkan kejadian tersebut.

“Korban didampingi Kepala Desa, Kepala Dusun dan tokoh Masyarakat lainnya melapor Ke Polsek, setelah menerima laporan tersebut kami langsung bergerak dan mengankan pelaku yang saat itu dirumahnya, kita takut  diamuk masa,” Kata IPTU Suharto.

“Kasus ini kita limpahkan ke Polres Merangin, untuk penyidikan lebh lanjut,” tandasnya.(*)

Penulis: Joni
Editor: Abdul Jabar