Explore Category

Advertorial


Hilallatil Badri: Sarolangun Harus Mampu Swasembada Pangan

Sabtu, 24 Maret 2018 | 18:45:26
| Dibaca: 747 kali
Penulis: Fuady Editor: Abdul Jabar

Hilallatil Badri
Hilallatil Badri / Fuady

Fuady,

SAROLANGUN-Wakil Bupati Sarolangun, Hillallatil Badri, berharap agar dalam waktu dekat Kabupaten Sarolangun mampu mewujudkan swasembada pangan. Hal ini dikatakannya saat membuka Musrenbangtan di Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perternakan (TPHP), Kamis (22/03/2018).

 

 Ia mengatakan, swasembada pangan adalah program Nawacita Presiden Joko Widodo bahwa Indonesia harus bisa menjadi negara swasembada pangan. Melihat potensi yang di miliki Kabupaten Sarolangun hal itu bisa terwujud.
 
"Musrenbangtan kali ini sangat penting dan strategis, mengingat 2019 merupakan awal dari pelaksanaan RPJMN 2015-2019, sekaligus meletakkan kerangka dasar program dan dukungan terhadap Nawacita Bidang Kedaulatan Pangan hingga 2019. Tahun ini kita fokus pada pembahasan swasembada padi, jagung dan kedelai," Terangnya.

Berbeda dengan tahun sebelumnya, pada Musrenbangtan tahun ini turut diundang Semua Kecamatan untuk bersama-sama membahas langkah percepatan swasembada padi, jagung, dan kedelai 2018. Termasuk perluasan tanam serta merancang program kegiatan pembangunan pertanian 2019 secara tepat sasaran.


"Berdasarkan kunjungan kerja saya selama 10 bulan terakhir ke 10 Kecamatan yang berada di kabupaten Sarolangun, berbagai permasalahan mendasar upaya percepatan peningkatan produksi dan swasembada padi, jagung, dan kedelai masih menjadi kendala yang dihadapi para petani kita," Katanya.

Permasalahan utama swasembada padi, jagung, dan kedelai mencakup beberapa permasalahan terkait irigasi, pupuk, benih, alat mesin pertanian (alsintan), dan penyuluhan.

"Permasalahan tersebut terjadi di lapangan selama bertahun-tahun dan saat ini sebagian permasalahan tersebut dapat kita atasi bersama dengan pelaksanaan UPSUS secara masal," terangnya.

Sementara, terkait dampak kegiatan UPSUS percepatan swasembada padi, jagung, dan kedelai, beberapa kemajuan telah dicapai. Pada musim tanam (MT) Oktober 2016 Maret 2017 telah terjadi peningkatan luas tanam padi dibanding MT yang sama 2013-2014.

"Pada MT tersebut juga tercatat terjadi peningkatan penyaluran pupuk ke kelompok tani, memang terjadi peningkatan luas tambah tanam," jelasnya.(*)

Penulis: Fuady
Editor: Abdul Jabar