Explore Category

Hukum & Kriminal


Bocah 6 Tahun, Digagahi Hingga Tiga Kali Dalam Satu Hari

Rabu, 07 Maret 2018 | 23:33:32
| Dibaca: 2166 kali
Penulis: Syafrian joni Editor: Nazarman

ilustrasi net
ilustrasi net /

 

 Jhoni

 

MERANGIN,-  Ulah nekat YS (15), Warga Desa Bungo Tanjung, Kecamatan Tabir Selatan, yang mencabuli bocah ingusan sebut saja Bunga (6), akhirnya berakhir di terali  besi.

YS, yang masih berstatus pelajar  Sekolah Dasar (SD) di Merangin ini, berhasil diamankan aparat Polres Merangin, Jumat, (2/3), dikediamanya,  buah hasil ulah bejatnya tersebut.

Dari pengakuan korban dihadapan petugas, aksi bejat  tersebut dilakukan tersangka kali pertama, sekitar September 2017 lalu.

Dimana saat itu tersangka mendatangi kediaman korban, dan mengajak kakak korban untuk mencari burung di kebun sawit warga, dikawasan Desa Bungo Tanjung.

“ Saat kami pergi mencari burung bersama kakak korban. Dan saat itu,  korban justru ikut bersama kami,” Ungkap Tersangka YS.

Nah, saat asyik mencari burung bersama kakak korban itulah, diduga tersangka memanfaatkan  momen tersebut untuk mencabuli korban.

” Waktu lengah itulah, saya memanfaatkan kesempatan, dan memaksa korban untuk membuka celananya, hingga perbuatan cabul tersebut saya lakukan untuk kali pertama terhadap korban. Bahkan perbuatan  tersebut, saya lakukan sebanyak dua kali ditempat yang sama,” Aku  Tersangka.

Tak hanya sampai disitu, usai mencari burung, tersangka bersama kakak korban, tak langsung pulang. Ke-tiganya termasuk  korban justru pergi kekediaman  nenek tersangka, juga masih dikawasan Desa Bungo Tanjung.

“Didalam kamar  nenek saya itu, perbuatan cabul tersebut kembali saya lakukan,” Timpalnya, seraya mengatakan cukup menyesali perbuatanya.

Kapolres Merangin AKBP I Kade Utama Wijaya SIK MH, Didampingi Kasat Reskrim AKP Sandi Mutaqqin Pranayudha SIK membenarkan adanya laporan korban, hingga aparat melakukan penangkapan terhadap tersangka.  

“ Setelah perbuatan bejat tersebut terjadi, beberapa bulan kemudian atau sekitar bulan Februari 2018, korban kerap mengeluhkan sakit dibagian kemaluanya terhadap orang tua korban, hingga akhirnya orang tua korban melaporkan kejadian tersebut ke Mapolres Merangin. Laporan cepat kita sikapi, hingga berujung penangkapan  terhadap tersangka,” Jelasnya.

Untuk kasus ini lanjut AKP Sandi, tersangka akan dijerat pasal 81 Sub Pasal 82 UU Nomor 35 Tahun 2014, tentang perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak. “ Ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara,” Tutupnya. (*)

Penulis: Syafrian joni
Editor: Nazarman