Puluhan Tahun Konflik Hingga Memakan Korban, Akhirnya Al haris Mampu Damaikan Warga Empang Benao

Minggu, 11 Februari 2018 | 19:18:49
| Dibaca: 2619 kali
Penulis: Ali Editor: Nazarman

Bupati Merangin H Alharis hadiri penyelesaian konflik antara PTKDA dengan Warga Empang Benao
Bupati Merangin H Alharis hadiri penyelesaian konflik antara PTKDA dengan Warga Empang Benao /

Ali

MERANGIN - Sengketa lahan yang menimbulkan konflik antara warga desa Empang Benao dan PT KDA yang pernah memakan korban sejak tahun 99 akhirnya hari ini (11/2/2012) Usai.

Penyelesaian ini setelah Bupati Merangin beberapa waktu lalu menggelar pertemuan dan menyepakati untuk damai dengan menyepakati beberapa hal untuk tidak lagi bersengketa antara dua belah pihak yang bersengketa.

Bupati Merangin, Al haris mengatakan, pihaknya sudah mengadakan musyawarah, keduanya belah pihak antara warga dengan pihak PT KDA dan Warga Empang Benao. Dari hasil pertemuan yang dilakukan ada kesepatakan keduanya menyepakati akan melakukan perdamayan dan menandatangani kesepakatan penyelesayan.

“Dari hasil pertemuan ini pihak perusahaan sudah membuka ruang untuk bekerjasama dengan baik dengan masyarakat, dan masyarakat juga sudah bersepakat dengan perdamayan yang sudah di mediasi. Kami berharap kedepan setelah ada kesepatakan ini kasus ini akan segera selesai dan tetap berpegang teguh pada janji kesepakatan,” ujar Bupati.

Bupati juga mengatakan, jika kesepakatan perdamaian tersebut sangatlah baik, sehingga antara warga dan PT KDA bisa saling membangun dan hidup rukun berdampingan.

"Karena konflik ini di benci Allah, maka dengan ridonya hari ini kita bersama bersepakat untuk berdamai," sebut Bupati.

Perdamaian tersebut kata Bupati, juga Ditandai dengan memotong Kerbau dan beras seratus, hal tersebut sesuai yang tercatat dalam adat.

"Dalam adat di sebut Luko dipampeh, Mati dibangun, artinya setelah ini tidak ada konflik lagi. Tinggalkan yang sudah terjadi dan mulailah melangkah bersama untuk masa depan," sebutnya.

Sementara itu, Kades Empang Benao, menuturkan, sangat berterima kasih kepada Bupati Merangin Al haris yang telah mampu memediasi sehingga mampu membuat perdamaian.

“Kita ingin persoalan sengketa cepat selasai. Masyarakat bisa hidup tenang, Makanya kami berharap tidak ada lagi kejadian terjadi kemudian hari,”tuturnya.

Dengan hal tersebut, kami berharap kepada masyarakat agar menyepakati kesepakatan tersebut.

"Karena dari PT KDA sudah menyepakati tuntutan kami, maka semua kami anggap selesai," tandasnya. (*)

Penulis: Ali
Editor: Nazarman