Ternyata Program Ini Yang Membuat Al Haris Dapat Penghargaan Bupati Paling Merakyat Dari PWI Jambi

Senin, 05 Februari 2018 | 16:19:04
| Dibaca: 2171 kali
Penulis: Ali Editor: Nazarman

Bupati Merangin H Al Haris saat menerima penghargaan dari PWI Jambi Award dengan kategori Bupati merakyat
Bupati Merangin H Al Haris saat menerima penghargaan dari PWI Jambi Award dengan kategori Bupati merakyat /

Ali

MERANGIN-Bangko-H Al Haris satu-satunya bupati yang dianugerahi penghargaan sebagai ‘Bupati Merakyat’ dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Jambi, pada acara PWI Jambi Award 2018.

Sertifikat penghargaan tersebut, kemarin (5/2) diterima bupati dari Asisten II Setda Merangin H Arwan di dampingi Kabag Humas Hendri Putra, usai upacara kedisiplinan Senin di lapangan Kantor Bupati Merangin.

 ‘’Saya mengucapkan terimakasih kepada PWI Cabang Jambi yang telah memberi penilaian tersebut. Saya akan selalu dekat dengan rakyat, apalagi saat melakukan Pertisun ke pelosok dusun,’’ujar Bupati.

Sebelumnya Sertifikat Penghargaan itu, diterima Asisten I Setda Merangin H Syafri mewakili Bupati Merangin yang berhalangan hadir, pada acara Peringatan Hari Pers tingkat Provinsi Jambi di Auditorium rumah dinas Gubernur Jambi.

Sertifikat Penghargaan Bupati Merakyat itu, diterima H Syafri dari Ketua PWI Cabang Jambi Saman S.Pt, disaksikan Gubernur Jambi H Zumi Zola dan para bupati/walikota yang juga mendapat penghargaan lainnya dari PWI Jambi.

Dikatakan H Syafri, Bupati Merangin H Al Haris memang sangat cocok sekali mendapatkan penghargaan sebagai Bupati Merakyat. Disamping kebiasaannya membaur dengan masyarakat, beliau juga punya Program Pertisun.

‘’Program Pertisun itu benar-benar masuk di masyarakat. Bayangkan seorang bupati mau tidur didusun terpencil dengan masyarakat. Tentunya itu lebih dari resesnya anggota Dewan,’’terang H Syafri.

Hal senada juga diungkapkan Kabag Humas Setda Merangin Hendri Putra. Menurut putra Dusun Tuo Lembah Masurai itu, saat tidur di dusun itulah bupati turut merasakan apa yang dirasakan masyarakat.

‘’Tidur di dusun itu bupati membaur bersama masyarakat tidur di tikar. Tidak jarang tidur di rumah gubuk kecil dikerubungi nyamuk. Bila musim durian bupati juga turut menunggu durian jatuh di gubuk kecil,’’ujar Hendri Putra.(*)

Penulis: Ali
Editor: Nazarman