Explore Category

Advertorial


H Al Haris Resmikan 19 Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pansimas)

Jumat, 26 Januari 2018 | 09:59:40
| Dibaca: 3120 kali
Penulis: Sarkopos.com Editor: Nazarman

Bupati Merangin H Al Haris saat meresmikan dan menyerahkan 19 Pamsimas kepada 19 kapala desa di Merangin
Bupati Merangin H Al Haris saat meresmikan dan menyerahkan 19 Pamsimas kepada 19 kapala desa di Merangin /

Nazarman

MERANGIN-Bupati Merangin H Al Haris pada Kamis (25/1), meresmikan sebanyak 19 Program Penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (PAMSIMAS) yang tersebar di 19 desa dalam Kabupaten Merangin.

Acara peresmian Program Pamsimas yang difokuskan di Desa Meranti Kecamatan Renah Pamenang tersebut, dimeriahkan aktraksi kesenian Kuda Lumping Putro Budoyo dari Dusun Rasau Desa Meranti.

Tanpak hadir, Ketua DRPD Merangin H Zaidan, Anggota Komisi V DPR RI H Bakri dan Perwakilan Direktorat Jendral Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI Tonozisoci Lase.

Dikatakan bupati, Pamsimas merupakan program bantuan dari Pemerintah Pusat. Bantuan dari pusat itu, sudah sangat banyak di terima Kabupaten Merangin. Semua berkat dukungan sepenuhnya anggota Komisi V DPR RI H Bakri.

‘’Kita juga mendapat bangunan Rusunawa, setiap tahun mendapat hibah untuk air bersih, jalan dan banyak lagi bantuan-bantuan lainnya yang mempercepat lajunya pembangunan di Kabupaten Merangin,’’ujar Bupati.

Semua bantuan itu lanjut bupati, dirasakan langsung oleh masyarakat. Diakui bupati dahulu untuk ambil wudhu dan memandikan zenajah saja di masjid susah air, tapi sekarang semua sudah lancar.

H Bakri mengakui hubungan Pemkab Merangin dengan Pemerintah Pusat itu sangat baik. ‘’Apalagi bupati bila ke Pusat langsung melobi ke kementerian, sehingga saya yang di DPR RI tinggal mendorong saja,’’ujar H Bakri.

Sementara itu Tonozisoci Lase menerangkan, program air minum untuk masyarakat perkotaan berbeda dengan untuk masyarakat pedesaan. Bila di kota jarak rumahnya rapat-rapat, di desa jarak rumahnya cukup jauh.

‘’Kondisi itu bepengaruh pada sistem pipanisasi. Untuk itulah kebanyakan program air bersih di desa, banyak menggunakan sumur-sumur bor yang perlu mendapatkan perawatan rutin,’’terang Tonozisoci Lase. (*)


Editor: Nazarman
Sumber: Bagian Humas Setda Merangin