Empat Tahun Jadi Bupati,Ternyata Pasangan Al Haris-Mashuri Termiskin Diantara Tiga Calon Bupati

Senin, 15 Januari 2018 | 12:37:43
| Dibaca: 5071 kali
Penulis: Nazarman Editor: Sarkopos.com

Fauzi Ansori-Sujarmin (PAJAR), Alharis-Mashuri (HAMAS),Nalim-Khapid Moein
Fauzi Ansori-Sujarmin (PAJAR), Alharis-Mashuri (HAMAS),Nalim-Khapid Moein / Dok Sarkopos.com

Nazarman 

MERANGIN – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) baru-baru ini merilis Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) calon kepala daerah yang akan bertarung dalam Pilkada serentak Juni mendatang.

Dilansir dari website resmi KPK, di htp://kpk.go.id/id/pantau-pilkada-indonesia, dari 171 daerah yang menggelar Pilkada serentak dan dari 641 calon kepala daerah yang telah menyerahkan LHKPKN ke KPK, diantaranya adalah 3 orang bakal calon Bupati Merangin dan Wakil Bupati Merangin

Komisi Pemberantasan korupsi (KPK), mencatat, Pasangan Haris-Mashuri, menjadi calon yang paling sedikit harta kekayaannya. Jumlah kekayaan Bakal calon Bupati Merangin Al Haris yang dilaporkan pada tanggal 2 januari 2018 sebesar Rp. 2.926.420.364, untuk Mashuri, Calon Wakil Bupati Merangin dengan jumlah Rp. 518.706.675 dilaporkan pada 27 Desember 2017.

Sedangkan calon paling kaya adalah pasangan Fauzi-Sujarmin. Sujarmin memiliki kekayaan sebesar Rp  22.174.113.396. LHKPN ini disampaikan pada 31 Desember 2017. Fauzi Ansori malaporkan Rp. 6.742.666.140 Dilaporkan pada 31 Desember 2017.

Sedangkan Nalim melaporkan kekayaan dengan jumlah Rp. 9.978.319.737 pada 28 Desember 2017. Nalim yang menggandeng Khafid Moin melaporkan kekayaannya Rp. 2.840.158.761 pada 12 Januari 2018.

Pelaporan LHKPN para calon kepala daerah diatur oleh Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2004 tentang Percepatan Pemberantasan Korupsi dan Surat Edaran Nomor: SE/03/M.PAN/01/2005 tentang Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara yang diterbitkan oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara

Dalam keterangan LHKPN, harta kekayaan setiap penyelenggara negara yang telah dilaporkan tidak dapat langsung dinyatakan tidak terkait dengan tindak pidana (*)

Penulis: Nazarman