Markoni: 2018 Pemotongan Ternak Di Luar RPH Akan Ditertibkan

Sabtu, 02 Desember 2017 | 14:44:52
| Dibaca: 274 kali
Penulis: Nazarman Editor: Abdul Jabar

Markoni bersama anggota Polisi saat memantau pemotongan ternak di Kabupaten Merangin
Markoni bersama anggota Polisi saat memantau pemotongan ternak di Kabupaten Merangin / ist

Nazarman,

MERANGIN-Kepala Dinas Perternakan (Disnakan) Kabupaten Merangin, Markoni, mengatakan akan menertibkan pemotongan hewan di luar Rumah Potong Hewan (RPH).

Hal ini mengacu pada Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2009 juncto Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan. Dimana ditegaskan bahwa daging yang diedarkan untuk dikonsumsi masyarakat harus diproduksi di rumah potong hewan.

“RPH ini kan adalah rumah potong resmi yang sudah memiliki izin, maka mulai tahun depan (2018) pemotongan hewan diluar RPH mulai kita tertibkan,” kata Markoni pada sarkopos.com, Sabtu (02/12/2017).

Ternak yang dipotong di RPH artinya sudah layak untuk dikonsumsi oleh masyarakat. Mengingat sebelum dipotong kesehatan ternak tersebut sudah diperiksa terlebih dahulu.

Tidak hanya itu, kata Markoni, sebelum ternak dipotong juga dilakukan pengawasan mulai dari peternak, pasar hewan, check point, serta memberikan Surat Keterangan Status Reproduksi (SKSR) dan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH),

“Jadi tidak semua ternak bisa dipotong lalu dikonsumsi, karena terhadap ternak betina yang masih produktif itu dilarang dipotong, lalu kesehatan juga kita periksa ada mengandung penyakit atau tidak, ini sangat perlu untuk kesehatan masyarakat,” terangnya.

Diakui Markoni, untuk menertibkan pemotongan hewan tidak mudah. Namun dia tetap optimis mampu untuk mensosialisasikan ketengah masyarakat.

“Ini demi untuk menjaga kualitas daging yang dikonsumsi masyarakat, dangingnya sehat tidak, ada penyakit atau tidak, sehingga sangat perlu ini kita lalukan,” jelasnya.(*)

Penulis: Nazarman
Editor: Abdul Jabar