Banyak Dokter RSUD Double Job, Solahuddin: Boleh Tidaknya Tergantung Direktur RSUD

Selasa, 28 November 2017 | 22:37:57
| Dibaca: 523 kali
Penulis: Wiwin Saputra Editor: Nazarman

RSD Kolonel Abundjani Bangko
RSD Kolonel Abundjani Bangko /

Wiwin

MERANGIN-Syarat dikeluarkannya rekomendasi berdirinya Rumah Sakit Swasta type C oleh Dinas Kesehatan ialah dengan memiliki 4 Pelayanan Medik Spesialis Dasar dan 4 Pelayanan Spesialis Penunjang Medik.

Keberadaan Dokter sudah barang pasti bagian terpenting, namun bagaimana jika Dokter tersebut sudah bekerja di RSUD diberi Insentif menggunakan dana Daerah namun juga bekerja di Rumah Sakit Swasta?

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Merangin, Solahuddin, saat dikonfirmasi diruang kerjanya pada Selasa (28/11/2017) mengatakan kemungkinan hal tersebut memang ada di Merangin dan ia menyerahkan sepenuhnya ke Direktur RSUD.

"Rekomendasi dari segi Kesehatan tentu dari Dinkes kalau masalah limbah dan kondisi bangunan itu ada Dinasnya sendiri dan kemungkinan Dokter Double Job ada tetapi itu merupakan hak dari Direktur RSUD boleh atau tidaknya" ungkap Solahuddin.

Solahuddin menegaskan RSUD tentu memiliki jam Dinas, tentu hal tersebut harus dikuti oleh setiap Dokter yang bertugas disana kalau diluar jam dinas sah-sah saja.

"Asal mereka masih mengutamakan kepentingan RSUD dan mematuhi jam dinas tidak masalah" tegas Solahuddin.

Terakhir Solahuddin mengatakan bahwa semakin banyak Rumah Sakit akan semakin bagus untuk suatu Daerah selama memenuhi kriteria-kriteria pendirian.

"Makin banyak Rumah Sakit makin bagus karena akan lebih banyak opsi bagi masyarakat dan supaya Rumah Sakit Daerah juga berbenah dalam persaingan baik pelayanan dan fasilitas," ungkap Solahuddin.(*)

Penulis: Wiwin Saputra
Editor: Nazarman