Explore Category

Hukum & Kriminal


Nah lo,,Diduga Terlilit Hutang Piutang, Istri Ketua DPRD Merangin Diperdatakan

Kamis, 12 Oktober 2017 | 23:25:43
| Dibaca: 2093 kali
Penulis: Nazarman Editor: Nazarman

Ilustrasi net
Ilustrasi net /

Nazarman

MERANGIN-Diduga terlilit hutang piutang, Hj Fatmawati yang merupakan istri dari Ketua DPRD Merangin Zaidan Ismail, terpaksa ber-urusan dengan hukum.

Bertempat di Pengadilan Negeri (PN), Bangko, (12/10), atau sekitar pukul 09.00 WIB,    Hj Sri Rezeki  yang juga merupakan ketua Koperasi Serba Usaha Al-Hidayah, coba memperdatakan Hj Fatmawati, lantaran tak kunjung membayar hutangnya senilai Rp 50 Juta, yang dipinjam tergugat Hj Fatmawati,  tertanggal 12 Desember 2012 silam.

Sayang meskipun sidang perdata tersebut telah dibuka  hakim  Bungaran Pakpahan SH, namun perkara Nomor:  01/Pdt.G.S/2017/PN.Bko, terpaksa ditunda pekan depan, atau Kamis, 19 Oktober 2017,  lantaran tergugat Hj Fatmawati tidak terlihat hadir dalam persidangan perdana, lewat delik dugaan wasprestasi itu.

Usai berlangsungnya sidang Toni Irwan Jaya SH yang dipercaya Hj Sri Rezeki   sebagai  Penasehat Hukum (PH) mengatakan, jika hutang piutang tersebut yang dialami klienya tersebut, diduga terjadi 12 Desember 2012 lalu, dengan bukti kwitansi terlampir, serta jaminan sertifikat sebidang tanah.

Kepada Penggugat Hj Sri Rezeki yang bertempat tinggal dikawasan Rantau Panjang, Tabir, lanjut Toni,  tergugat Hj Fatmawati berjanji akan membayar hutangnya tersebut paling  lambat 12 Februari 2013.

Tak hanya itu, tergugat pun berjanji akan membayar bunga atas pinjaman tersebut sebesar 5 persen/bulan atau Rp 2,5 Juta/bulan.

Bukannya membayar hutangya terhadap penggugat Hj Sri Rezeki, namun justru pada Februari 2013 (tanggal tak ingat,red) lanjut Toni lagi, tergugat Hj Fatmawati justru  meminta sertifikat tanah tersebut terhadap penggugat Hj Sri Rezeki,  dengan alasan sertifikat tanah tersebut ingin dijual, agar bisa membayar hutang terhadap penggugat Hj Sri Rezeki.

" Namun janji sepertinya  tinggal janji,  karena sejak saat itu kendati berbagai upaya sudah dilakukan penggugat Hj Sri Rezeki agar tergugat Hj Fatmawati segera membayar piutangnya, namun tak membuat tergugat Hj Fatmawati sebagai tergugat  bergeming dan membayar piutangnya.  Karena hutang tak kunjung dibayar, akhirnya kasus ini pun berujung hukum. Dan sidang lanjutkan kasus perdata ini,  akan kembali digelar Kamis, (19/10)," Jelas Toni. 

Hingga petang kemarin, Hj Fatmawati dalam hal kasus ini sebagai terguggat, masih belum berhasil dikonfirmasi wartawan, terkait delik kasus dugaan wanprestasi yang merundungnya saat ini. (*)

Penulis: Nazarman
Editor: Nazarman