Explore Category

Sarolangun


Diduga Mantan Wabub Sarolangun Terlibat PETI

Kamis, 30 Maret 2017 | 15:27:44
| Dibaca: 3245 kali
Penulis: Fuady Editor: Abdul Jabar

Ilustrasi
Ilustrasi / ist

Fuady,

SAROLANGUN-Aktifitas Penambang Emas Tanpa Izin (PETI) di Kecamatan Limun sejauh ini terus meningkat. Bahkan diwilayah hulu yang sebelumnya tidak begitu marak saat ini sudah ada puluhan  alat berat jenis Excavator yang beroperasi.

Wilayah hulu sungai Batang Limun yang terdiri dari enam desa yang dikenal dengan nama marga eks Bukit Bulan dimulai dari Desa Lubuk Bedorong, Temalang, Meribung, Napal Melintang, Berkun dan Desa Mersip.

Sekretaris Desa Temalang, A Talip ditemui di Desanya tidak membantah soal maraknya aktifitas PETI di Desanya. Dia mengatakan sangat sulit memberantas PETI karena ada dugaan bahwa kegitan illegal tersebut dibekingi oleh mantan wakil Bupati Sarolangun periode 2011-2016, Fahrul Rozi.

"Tak bisa kami tolak lagi, mau bagaimana lagi bahkan Mantan Wakil Bupati juga melibatkan diri didalam kegiatan tersebut," kata A Talip, Minggu (26/03/2017).

Ia mengatakan, saat mereka mencoba menahan masuknya alat berat malah terlontar kata kata kasar dari pelalu PETI.

"Lahan punya kita, modal punya kita. Siapa yang mau melarangnya," kata A Talip menirukan ucapan mantan Wabup tersebut.

Selain itu, kegiatan PETI juga diizinkan kepala Desa setempat karena notabene Kades merupakan adik kandung mantan Wabup tersebut.

Sejumlah awak media mencoba menelusuri kebenaran informasi tersebut.  Dengan menghubungi nomor handphone dan mendatangi rumah Fahrul Rozi yang berada di Kota Sarolangun.

Namun nomornya bernada tidak aktif, dan rumahnya pun terlihat seperti tidak berpenghuni dengan pagar dan pintu rumah tertutup.

Sementara itu sebagian besar warga mengancam akan bertindak dengan cara masyarakat, apalagi selama ini lubuk larangan  yang jadi kebanggaan masyarakat hancur.

"Kami sudah sangat resah,bukanya memberi contoh yang baik bagi maayarakat, ini mantan Wabub Sarolangun malah merusak alam dimana tanah kelahiran dia tinggal, dan kami akan bertindak dengan cara kami sendiri," Tegas Sa, warga Tamalang.(*)

Penulis: Fuady
Editor: Abdul Jabar