Oknum Penjual Skripsi Mahasiswa STKIP Terancam Sanksi

Selasa, 14 Februari 2017 | 16:14:17
| Dibaca: 2707 kali
Penulis: Wiwin Saputra Editor: Abdul Jabar

Dua orang petinggi STKIP saat memenuhi panggilan Komisi II DPRD Merangin, Selasa (14/02/2017).
Dua orang petinggi STKIP saat memenuhi panggilan Komisi II DPRD Merangin, Selasa (14/02/2017). / Wiwin

Wiwin,

MERANGIN-Komisi II DPRD Kabupaten Merangin, Selasa (14/02/2017) memanggil pihak kampus STKIP YPM Bangko. Pemanggilan ini terkait dengan penjualan arsip skiripsi mahasiswa beberapa waktu lalu.

Pemanggilan yang digelar di ruang Komisi II DPRD Merangin, hadir Wakil Ketua II, Saukani dan Wakil Ketua III, Apriza Hongko Putra. Kepada mereka pihak komisi II menanyakan terkait dengan penjualan skripsi dan dasar hukumnya.

"Penjualan skripsi ini heboh, jadi bapak-bapak kami panggil kesini, kami ingin menanyakan apa yang sebenarnya terjadi dan apa dasar hukumnya,” Tanya Anggota Komisi II DPRD Merangin, Heri S Mohza.

Menjawab pertanyaan ini Saukani Wakil Ketua II, Saukani menjelaskan bahwa tidak ada perintah resmi dari pihak kampus untuk menjual arsip skripsi,

"Kami dari unsur pimpinan tidak pernah ada perintah resmi untuk menjual skripsi itu" kata Saukani.

Ia menegaskan, pihak lembaga kampus STKIP akan memberikan sanksi kepada oknum yang telah mejual arsip skripsi mahasiswa.

"Kita menunggu ketua dari surabaya, kemungkinan dalam waktu dekat oknum yang menjual kita akan beri sanksi," tegasnya.

Baca: Arsip Skipsi Seberat 1,3 Ton Dijual Pihak Kampus, Alumni STKIP Protes

Senada dengan Saukani Wakil Ketua III, Apriza Hongko Putra, menjelaskan penjualan skripsi tersebut karena adanya kesalahan komunikasi dengan bagian perpustakaan.

"Tidak ada perintah resmi dari unsur pimpinan, hanya saja bagian perpustakaan salah menafsirkan," Jelasnya.

Selain itu, Hongko juga menyampaikan permintaan maaf kepada semua pihak yang tersinggung atas adanya penjualan tersebut. Menurutnya skripsi yang sudah dijual oleh bagian perpustakaan sudah ditarik kembali.

“Untuk masalah arsip skripsi yang terjual kami sudah tarik kembali" Ujar Hongko.(*)

Penulis: Wiwin Saputra
Editor: Abdul Jabar