Harga Karet Anjlok, Pemkab Tak Miliki Solusi

Senin, 10 Oktober 2016 | 21:03:55
| Dibaca: 1646 kali
Penulis: Doni Febri Editor: Nazarman

Ilustrasi net
Ilustrasi net / ist

Doni Febri

MERANGIN  -    Memang persoalan harga jual  karet terus melorot, dan tak kunjung membaik hingga saat ini,  bukanlah kabar baru di Merangin.

 Namun   persoalan belum adanya langkah kongkrit atau solusi yang ditawarkan Pemkab Merangin untuk  sedikit mendongkrak harga jual karet ditingkat petani ini,  juga menjadi kabar yang  tentu saja  cukup menyedihkan bagi warga Bumi Tali Undang Tambang Teliti.

Bahkan sampai  saat ini, Pemerintah Kabupaten Merangin melalui Diskoperindag, secara umum mengakui, jika belum ada solusi yang bisa ditawarkan untuk dapat  sedikit menetralisi harga jual karet ditingkat petani itu.

 Menunggu  rencana pemerintah pusat, dengan  membuat program karet akan dijadikan  campuran aspal sebanyak 5 persen, hingga persoalan anjloknya harga jual karet  saat ini,  menjadi persoalan dunia,  juga masih menjadi alasan  klasik Diskoperindag, terkait ketidakmampuanya  untuk berbuat banyak.

“  Daerah memang tidak bisa berbuat banyak, karena ini sudah menjadi masalah pasar internasional dan menjadi kajian nasional.  Sama - sama berdoa saja, agar rencana pemerintah pusat untuk membuat campuran karet dan aspal bisa direalisasikan.  Sehingga harga karet bisa sedikit didongkrak, " Ungkap Kadiskoperindag Merangin Sardaini, ketika dibincangi via ponsel kemarin.

 Selain itu yang hanya bisa dilakukan, lanjut Sardaini, pemerintah daerah juga melakukan  pemantauan pergerakan pasar harga jual karet di negara Malaysia maupun negara Thailand   .

” Ya, mau gimana lagi memang sudah begitu adanya, kita betul - betul belum bisa berbuat banyak untuk mendongkrak harga jual karet tersebut,” jelasnya.

Informasi lainnya yang didapat dari Diskoperindag Merangin, harga jual karet, untuk ditingkat pabrik sudah  menembus dikisaran Rp 9 Ribu/Kg, sedangkan ditingkat petani masih belum bergerak positif, dengan angka kisaran Rp 6 Ribu/Kg.

Tentu saja, kondisi  tak membaiknya harga jual  karet  tersebut, dirasa masih cukup memukul perekonomian petani, hingga  berimbas pada perekonomian warga Merangin  secara umum.  (*)

Penulis: Doni Febri
Editor: Nazarman