Explore Category

Pendidikan


Miris,, Siswa SMK Negeri 1 Merangin Belajar Di Lantai, Wali Murid Pertanyakan Uang komite

Jumat, 05 Agustus 2016 | 13:36:10
| Dibaca: 4624 kali
Penulis: Em Fajri Editor: Nazarman

Siswa SMK Negri Satu Merangin Belajar dilantai
Siswa SMK Negri Satu Merangin Belajar dilantai /

Em Fajri

MERANGIN – Miris inilah kondisi Sekolah Meneh Kejuruan ( SMK) Negeri 1 Merangin ,Sekolah  yang beralamat di Talang kawo Bangko Kecamatan Bangko  sungguh memprihatinkan. Puluhan Siswa terpaksa belajar di lantai akibat kurangnya kursi dan meja di sekolah tersebut.

Dari pantawan Sarkopos.com di lokasi sedikitnya Ada  dua ruangan kelas yang belajar di lantai.Seperti halnya terjdi pada Kelas XI 1 Multi Media ( MM) dan Kelas XI Multi Media (MM).Satu lokl XL 1 Multi Media (MM) berjumlah berjumlah 29 orang Sedangkan  satu kelas XL 2  berjumlah 30 orang siswa .

Semua siswa itu harus mengikuti proses belajar mengajar dengan duduk di lantai.Kondisi ini terjadi akibat dua ruangan kelas di sekolah ini tidak memiliki meja dan kursi sebagai sarana pendidikan.‎

Menurut kepala sekolah, kondisi ini sudah berjalan dalam beberapa Minggu terakhir. Padahal, sekolah ini merupakan sekolah termasuk salah satu sekolah yang memiliki peminat yang cukup banyak.

Salah satu siswa SMK N 1 yang dibincangi sarkopos.com  di lokasi mengakui jika ruangan yang di tempatinya untuk belejar tidak mempunyai Bangku dan kursi.

“ Iya, beginilah kondisinya bang. dua ruangan kelas kami terpaksa belajar di lantai," katanya.

Kondisi ini menurutnya sudah berjalan lama, bahkan kekurangan kursi dan meja tersebut terjadi semenjak dirinya naik kelas.

"sejak saya Naik kelas XI. Di dalam lokal kami ini cuma ada meja dan kursi guru saja,"bebernya.

Sementra itu Kepala Sekolah SMK N 1 Merangin Harizon Akbar Saat di Konfirmasi awak media juga membenarkan kejadian tersebut.

“Memang ada Siswa-siswi kami yang belajar di lantai. Ada 2 Kelas yang tidak mempunyai Meja dan kursi  yakninya Kelas XI MM 1 Dan Kelas XI MM 2,"katanya.

Kekurangan kursi dan meja tersebut menurutny di sebabkan adanya peningkatan jumlah siswa yang masuk ke sekolah tersebut sehingga kursi dan meja untuk menampung siswa tersebut tidak mencukupi.

" Jumlah Murid yang masuk tahun ini sebanyak 353 Orang.  sedangkan Yang Tamat (keluar) sebanyak 216. Hal itu yng menjadi pemicu kurangnya ruangan kelas ini,"jelasnya.

Untuk itu dirinya berharap kepada pemerintah untuk membantu sekolahnya yang kekurangan kursi tersebut.

"Mudah- mudahan pemerintah cepat memperhatikan sekolah kami.karena kasihan melihat siswa kami harus belajar di lantai,"pungkasnya

Terpisah salah satu wali murid saat di jumpai Sarkopos.com  juga mengeluhkan kondisi tersebut, kata dia seharusnya kursi tersebut sudah di lengkapi oleh sekolah.

"kami selaku wali murid memang mengeluhkan kondisi ini. Karena kami selaku wali murid sudah membayar uang komite 100 ribu perbulan. Di kemanakan duit komite itu,"tukasnya.(*)

Penulis: Em Fajri
Editor: Nazarman