Explore Category

Internasional


Kudeta Militer Turki, Erdogan: Mereka Akan Membayar Mahal

Sabtu, 16 Juli 2016 | 11:51:43
| Dibaca: 1401 kali
Penulis: Sarkopos.com Editor: Abdul Jabar

Presiden Turki, Tayyip Erdogan
Presiden Turki, Tayyip Erdogan /

Abdul Jabar,

ISTANBUL -  Presiden Turki Tayyip Erdogan memastikan bagi siapapun yang terlibat dalam upaya kudeta akan membayar dengan harga yang sangat mahal. Hukuman yang sangat berat akan menanti bagi mereka yang terlibat dalam upaya tersebut.
 
"Mereka yang bertanggung jawab akan membayar harga tertinggi dan menjawab pengkhianatan ini," ucap Erdogan dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Sputnik pada Sabtu (16/7).
 
Dia mengatakan upaya kudeta ini memiliki dampak positif, yakni dia dapat mengetahui mana anggota militer yang tidak setia kepada negara, dan mana yang setia. "Upaya ini adalah berkah dari Allah, karena akan memungkinkan kita untuk membersihkan militer dari pemberontak," ucapnya.
 
Erdogan berjanji akan terus mendukung rakyatnya dan mengatakan kudeta akan sepenuhnya ditekan. Dia juga menekankan bahwa Perdana Menteri Turki telah memberikan perintah untuk membasmi setiap aksi dari udara. Jet tempur sudah melakukan manuver untuk menghancurkan setiap helikopter militer yang beroperasi.
 
Sementara itu, dikesempatan yang sama, Erdogan mengatakan sangat kagum dengan apa yang ditampilkan oleh warganya. Hampir seluruh warga Turki turun kejalan untuk melakukan perlawanan terhadap pasukan yang melakukan upaya kudeta.
 
"Mereka yang berkeliling dengan menggunakan tank akan harus kembali ke tempat mereka berasal. Satu hal yang paling penting sekarang adalah bahwa jutaan warga Turki berada di jalan-jalan. Saya tidak pernah percaya pada kekuatan yang lebih tinggi dari kekuatan rakyat," katanya, seperti dilansir dari sidonews.com.

Setidaknya 60 orang dilaporkan tewas dalam upaya kudeta yang berlangsung di Turki. Mayoritas mereka yang tewas adalah warga sipil yang melakukan perlawanan terhadap militer yang mencoba melakukan kudeta.
 
Ribuan warga Turki turun kejalan untuk melawan anggota militer yang mencoba melakukan kudeta. Ini dilakukan warga Turki setelah adanya seruan dari Presiden Turki Tayyip Erdogan untuk keluar, dan melakukan perlawanan.
 
Upaya kudeta ini sendiri diketahui dipimpipin oleh Kolonel Muharrem Kose. Dia adalah anggota militer Turki yang dipecat secara tidak hormat Maret lalu karena diduga memiliki hubungan dengan tokoh anti-pemerintah yang saat ini berada di Amerika Serikat (AS), Fethullah Gulen.(*)


Editor: Abdul Jabar
Sumber: Sindonews.com