Terhimpit Ekonomi, Ratusan Warga Dua Desa di Merangin Pilih Merantau

Selasa, 15 Maret 2016 | 17:08:50
| Dibaca: 4692 kali
Penulis: Em Fajri Editor: Abdul Jabar

Ilustrasi
Ilustrasi /

Em Fajri,

 

MERANGIN-Merosotnya harga komudit karet belakangan ini membuat ekonomi warga makin terpuruk. Untuk memenuhi kebutuhan hidup, sebagain petani memilih mencari pekerjaan luar daerah, hingga merantau ke negeri Jiran, Malaysia.

Kondisi inilah yang tengah dialami oleh warga dua Desa di kecamatan Nalo Tantan, Kabupaten Merangin,  yakni Desa Danau dan Desa Telun. Dalam enam bulan belakangan ini, ada ratusan orang yang pergi meninggalkan kampung halaman mereka.

Hal ini dibenarkan Kepala Desa Danau, Abdullah, dia mengatakan ada ratusan orang warga Desa Danau yang telah pergi meninggalkan Desa. Tujuan mereka  kebanyakan ke Batam dan ke Malaysia.

Dia mengatakan, warga tidak punya pilihan lain selain dari mencari pekerjaan diluar. Apa lagi saat ini harga karet masih berada di kisaran harga Rp.4500 per kilo gram.

‘’Mereka merantau ke Batam dan Malaysia, karena harga getah (karet). Apa lagi kini harga getah cuma Rp.4000, jadi banyak yang kerja di luar,” katanya.

Di Desa Danau, kata Abdullah, ada 347 Kepala Keluarga. Namun dari jumlah itu sebagian sudah pergi merantau. Hasil pendataan pihak desa ada  120 orang  yang pergi merantau.

‘’120 orang ini terdiri dari pasangan suami istri, ada juga yang turut membawa anak mereka. Kebanyakan di Batam, selebihnya ke Malaysia,” jelasnya.

Hal ini juga terjadi di Desa Telun, yang bersebelahan dengan Desa Danau. Menurut Sekretaris Desa (sekdes) Desa Telun , Man Tipok, dari 375 KK yang ada sebanyak 101 orang telah pergi merantau.  86 orang bekerja di Batam dan  15 orang berada di Malaysia.

‘’Mereka pergi merantau karena alasan ekonomi, kalau di dusun terus kebutuhan banyak sementara harga karet rendah, maka mereka pergi cari kerja diluar,” jelasnya.(*)

Penulis: Em Fajri
Editor: Abdul Jabar